Rabu, 22 Desember 2021

Bupati dan Kadis Pendidikan Bangga Kepada Guru Way Kanan

Bupati dan Kadis Pendidikan , bangga kepada Guru Way Kanan dapat  Berprestasi di Ajang Nasional Teacherlympic PB PGRI 2021 , raih 2 Emas dan 3 Perunggu

 Desember 23, 2021

Di akhir tahun 2021 kabar gembira datang dari dunia kependidikan kabupaten Way Kanan dengan sumbangsih prestasi dalam kegiatan Teacherlympic PB PGRI tahun 2021. Kegiatan pertama ajang nasional PB PGRI merupakan ajang yang bermakna dan menggembirakan bagi semua kalangan pendidik,orang tua, siswa. 

Pengurus Besar PGRI ( Persatuan Guru Republik Indonesia) bekerjasama dengan Platform Pendidikan Kidsloop Indonesia mengadakan ajang lomba bergengsi “Teacherlympic” yang diikuti berbagai secara terbuka dari semua guru semua jenjang, semua mata pelajaran se Indonesia.

Pada cabang lomba olah ilmu dua guru asal kabupaten Way Kanan berhasil mendapatkan dua Medali Emas atas nama Irham Wahyu Setiawan guru SMPN 4 Way Tuba dan Ahmad Risdi guru SMPN 1 Banjit. Selain itu dalam cabang olah karsa guru asal Kabupaten Way Kanan juga berhasil mengumpulkan tiga medali perunggu. Dua perunggu disabet oleh M.Wiratama Albrizi guru asal SMPN 7 Banjit dan satu perunggu di raih Mujiatun guru asal SMPN 2 Banjit kesemuanya dari cabang olah karsa.

Kabar gembira tersebut didapat melalui PGRI Lampung hingga diakhir ajang tersebut PGRI Lampung berhasil mendapatkan 45 medali yakni 20 medali dari cabang olah ilmu dan 25 medali dari cabang olah karsa sehingga masuk 10 besar provinsi peraih medali se Indonesia. Rabu (23/12)

Pembina PGRI Kabupaten Way Kanan yang juga Bupati Way Kanan Hi.Raden Adipati Surya bersama Kadis Pendidikan Machiavelli Herman Tarmizi, S.STP, M.Si. menyambut gembira serta bangga dan mengapresiasi atas raihan prestasi ajang nasional ini.

Hi.Raden Adipati Surya menyatakan bangga atas prestasi ini atas nama pemerintah daerah mengucapkan selamat dan sukses dan bagi Kabupaten Way Kanan prestasi ini kedepannya dapat memotivasi guru guru untuk berprestasi lebih banyak lagi.

Kegiatan Teacherlympic ini diadakan sebagai bagian dari persiapan ASEAN Teacherlympic yang diprakarsai PGRI. Berikut daftar nama peraih medali Teacherlympic provinsi Lampung:

Tentu juga ucapan yang sama bangga atas prestasi Guru-guru Way Kanan yang tergabung di PGRI di ungkapkan  oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Way Kanan Machiavelli Herman Tarmizi, S.STP, M.Si.

”  prestasi ini tentunya sangat membanggakan dunia kependidikan di Bumi Ramik Ragom,  bahwa guru Way Kanan mampu berprestasi di ajang nasional sehingga dapat memotivasi guru guru lainnya  di kabupaten Way Kanan, “.Tambah Kadis.

 ” Selamat dan sukses bisa  membanggakan selalu guru guru di Way Kanan dengan prestasi yang di raih , maju dan jaya selalu “, Pungkas  Machiavelli

Senin, 13 Desember 2021

Keluarga Besar SDN 01 Banjit Berikan Donasi Pada Korban Kebakaran Rumah Di LK 1 pasar banjit

Banjit way Kanan (Lampung) – SDN 01 BANJIT ,Memberikan sumbangan kepada warga yang mengalami musibah korban kebakaran Dilingkungan Kelurahan Pasar Banjit, Senin (13/12/2021)

Kepala sekolah SDN 01 BANJIT  Arifa mulyani yang diwakili oleh Jumadi salah satu dari Guru SDN 01 BANJIT menyampaikan semoga bantuan yang yang sedikit ini bisa bermanfaat dan untuk memotivasi untuk Bangkit berusaha kembali,buat saudara kita yang mengalami musibah.
Sekretaris Kelurahan Pasar Banjit KASMAN,SE. mengapresiasi Kegiatan sosial dari  keluarga Besar SD 01 Banjit,yang ikut Berbagi rasa sebagai bentuk peduli kekeluargaan,’ujarnya.

Ibu Juhariyah dan Agus keluarga korban kebakaran mengucap Banyak terima kasih Kepada  Keluarga Besar SDN 01 BANJIT, Semoga AllAH SWT yg akan membalas kebaikan ini semua. (RJ)

Rabu, 01 Desember 2021

Menjadi Seorang GURU adalah sebuah PANGGILAN

Gaji pas-pasan, kerja mati-matian, keluhan orangtua keseringan, masalah siswa jadi pikiran!. Belum lagi persiapan bahan ajar, buat soal ulangan, serta setumpuk koreksian.

Kalau nilai semua siswa delapan atau sembilan, masih ada penghiburan.
Tapi, kalau banyak yang dapat nilai tidak karuan, langsung kepala ini jadi kliyengan!. Ditambah administrasi guru yang harus selesai.

Kalau kau ingin kaya, jelas-jelas bukan guru profesi yang tepat!
Kau bisa melamar di perusahaan ternama, atau kalau mujur nasibmu,
kau bisa jadi anggota DPR mewakili rakyat (katanya), yang kerjanya cuma rapat memikirkan nasib rakyat (sambil tidur) di kursi panas yang empuk.

Jadi guru itu pengabdian, bukan lahan bisnis cari uang!. Siswa masih ingat gurunya setelah lulus saja sudah Puji Tuhan!. Apalagi, kalau mereka bisa jadi orang sungguhan, bisa jadi kebanggaan, bukan malah jadi batu sandungan!
Hati ini pasti bangganya bukan kepalang!

Jadi guru itu panggilan!
Ini bukan soal berapa gaji yang diterima tiap bulan. Bukan soal tunjangan yang dijanjikan. Bukan juga soal yang penting bisa mengajar. Ini masalah tanggung jawab di hadapan Tuhan! Ini masalah anak-anak bangsa yang perlu gurunya! Ini masalah HATI, bukan MATERI!

Bisa bayangkan Indonesia ke depan dengan model guru yang asal-asalan?
Bisa bayangkan generasi bangsa ke depan dengan pandangan yang penting pintar meskipun tidak bermoral?
"Guru memang bukan orang Hebat tapi semua orang hebat berkat JASA SEORANG GURU". Yang menjadi Guru tetap semangat, jasa mu akan selalu dikenang..




sumber : pembaca id,guruku.
editor.   :  rj

Jumat, 08 Oktober 2021

Di suatu negeri pernah ada seorang GURU yg sangat dihormati muridnya krn Ketegasan Kepada muridnya.

Suatu hari, 2 murid menghdp GURU. Mereka bertengkar hebat & nyaris beradu fisik.
Ke dua nya berdebat ttg hitungan 3x7.
Murid pandai mengatakan 21,
Murid bodoh bersikukuh mengatakan 27.

Murid bodoh menantang murid pandai utk meminta GURU sbg Jurinya utk mengetahui siapa yg benar diantara mereka.
sambil si bodoh mengatakan : "Jika sy yg benar 3 x 7 = 27 maka engkau hrs mau di cambuk 10 kali oleh GURU, tapi jika kamu yg benar ( 3x7=21 ),maka sy bersedia utk memenggal kepala sy sendiri ha ha ha ....." demikian si bodoh menantang dgn sangat yakin dgn pendapatnya.
"Katakan GURU, mana yg benar ?"
tanya murid bodoh.

Ternyata GURU memvonis cambuk 10x bagi murid yg pandai (orang yg menjwb 21).
Si murid pandai protes keras!!
GURU menjwb:
"Hukuman ini bkn utk hasil hitunganmu, tp utk KETIDAK ARIFANmu yg mau2nya berdebat dgn org bodoh yg tdk tau kalo 3x7 adalah 21"
Guru melanjutkan : "Lebih baik melihatmu dicambuk & menjadi ARIF drpd GURU hrs melihat 1 nyawa terbuang sia2!"
Pesan Moral,
Jika kita sibuk mmperdebatkan sesuatu yg tak berguna
berarti kita juga sama salahnya atau bahkan lbh salah drpd org yg memulai perdebatan,
sebab dgn sadar kita membuang waktu & energi utk hal yg tdk perlu.
Bukankah kita sering mengalaminya?
Bisa terjadi dgn pasangan hidup, rekan kerja, tetangga/kolega, bahkan anggota Dewan..hehe
Berdebat atau bertengkar utk hal yg tdk ada gunanya,hanya
akan menguras energi percuma.
Ada saatnya kita diam utk menghindari perdebatan atau pertengkaran yg sia2.
Diam bkn berarti kalah, bukan?
Memang tdk mudah,
tapl janganlah sekali2 berdebat dgn org bodoh yg tidak menguasai permasalahan.
"MERUPAKAN SUATU KEARIFAN BAGI ORG YG BISA KONTROL DIRI & HINDARI KEMARAHAN ATAS SUATU KEBODOHAN !!



Penulis :R.J
Editor    :R.J
pesan moral,anak gemar membaca.
(sumber:cerita anak.id.)

Minggu, 12 September 2021

Hari Pertama Pembelajaran Tatap Muka DiSDN 01 Banjit Perketat Protokol kesehatan..

Setelah sekian lama para siswa/siswi belajar secara Daring, hari ini proses belajar memgajar tersebut dapat dilakukan secara langsung sebagaimana yang di SDN 01 Banjit Way Kanan. Senin, 13/9/2021.

Nampak siswa/i sebelum memasukin lingkungan sekolah dicek suhu badanya terlebih dahulu, selanjutnya mencuci tangan dan para orang tua yang menghantarkan anaknya dilarang masuk kedalam sekolah hal tersebut bertujuan agar menghindari kerumunan.

"Ya hari ini kita mulai melakukan pembelajaran secara tatap muka sesuai dengan beberapa lamdasan hukum diantaranya : S.E Bupati Way Kanan nomor :420/616/IV.01-WK/2021, Rekomendasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Way Kanan nomor: 360/93/V.05-WK/2021, Dan ijin dari orang tua/wali murid".
Pembelajaran yang dilakukan di SDN 01 BANJIT Way Kanan dilakukan pembagian kedalam dua kelompok sehingga dalam satu minggu setiap siswa hanya melakukan tatap muka selama 3 hari saja.

"Kita bagi setiap kelasnya menjadi 2 kelompok, jadi kalau kelompok pertama hari ini masuk besok tidak karena digantikan kelompok kedua begitu seterusnya secara bergantian mengingat kapasitas jumlah murid yang diperbolehkan untuk tatap muka".

Sementara itu, ADIN salah satu murid kelas 5 A SDN 01 BANJIT Way Kanan merasa senang dengan dilakukannya pembelajaran secara langsung.

"Senang sekali hari ini dapat belajar langsung disekolah karena materinya dijelaskan langsung oleh guru, semoga pembelajaran langsung dapat terus berjalan". Jelas Adin.

Para siswa/i juga diwajibkan langsung pulang kerumah saat jam pembelajaran selesai dan selalu menerapkan protokol kesehatan baik didalam maupun diluar lingkungan sekolah.

Jumat, 04 Juni 2021

Kisah seekor induk burung yang ditangkap manusia.

Ini adalah kisah yang dialami oleh sebuah keluarga burung. Si induk menetaskan beberapa telor menjadi burung-burung kecil yang indah dan sehat. Si induk pun sangat bahagia dan merawat mereka semua dengan penuh kasih sayang.

Hari berganti hari, minggu berganti minggu. Burung-burung kecil inipun mulai dapat bergerak lincah. Mereka mulai belajar mengepakkan sayap, mencari-cari makanan untuk kemudian mematuknya.

Ketika ibunya pergi mencari makan untuk anaknya,memang nasib yg malang ibunya terjebak di perangkap yang dibuat manusia.

waktu ibunya ketangkep dan dimasukan sangkar, orang mengira lagi berkicau dan bernyanyi. 

Tapi sebenernya dia lagi teriak."Naaak maafin ibu.. ibu ga bisa pulang, ga bisa nganterin makan.. maaf ga bisa jadi ibu yang baiiik." Gitu terus tiap hari.

Nasib anak-anak burung yang akhirnya mati karena induknya ditangkap manusia.

Mari lindungi satwa 








penulis/Editor : jmd

Selasa, 11 Mei 2021

LEBARAN TANPA MUDIK ASYIK.

Banjit--Kalau sudah mendekati Hari Raya Idulfitri, tak afdol rasanya jika tidak mudik. Terutama bagi yang jauh dari kampung halaman.

Karena kata mudik itu sendiri, sesuai dengan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) berarti pulang ke kampung halaman. Ada juga beberapa istilah akronim lain yang mengartikan mudik yakni menuju udik, mulih dilik, mudun balik dan lain-lain.

Alasan masyarakat melakukan mudik pun biasanya karena rindu dengan orangtua, ingin silaturahmi dengan kerabat, ziarah makam sanak saudara atau ada juga karena sambil ingin jalan-jalan bertamsya.

Di Indonesia, mudik sudah menjadi akar tradisi dan budaya yang kuat karena terdapat nilai-nilai sosial dan spiritual yang terkandung didalamnya. Budaya silaturahmi dan saling mengunjungi dari rumah ke rumah saat Idulfitri adalah bentuk interaksi sosial yang harus terus dijaga dan jangan sampai pudar. Karena pada dasarnya manusia adalah mahluk sosial.

Kemudian tradisi nyekar yakni tradisi ziarah kubur atau mengunjungi makam anggota keluarga yang telah meninggal sambil memanjatkan doa bagi arwah yang telah dikuburkan, merupakan salah satu kandungan spiritual yang menyebabkan seseorang harus melakukan mudik. Bahkan dalam perspektif hukum agama, terdapat pendapat yang menyatakan bahwa mudik bersifat sunah.

Tak hanya di Indonesia, mudik saat perayaan Idulfitri juga dilakukan oleh banyak negara yang masyarakatnya menganut agama Islam, baik mayoritas maupun minoritas. Seperti Malaysia misalnya, negara yang masih satu rumpun ini melakukan tradisi mudik. Meskipun bahasa yang dipakai di Malaysia bukan mudik tetapi ‘balik kampung’.

Bangladesh, Turki, Arab Saudi, India adalah beberapa negara yang juga melakukan budaya mudik.

Pada situasi pandemi saat ini, ternyata aktivitas mudik menjadi sesuatu yang turut berperan besar dalam resiko penyebaran virus corona. Migrasi penduduk dengan jumlah yang signifikan, berpindah dari suatu tempat ke tempat lain akan berpotensi melemahkan penerapan herd immunity.

Penerapan herd immunity ini dalah suatu bentuk perlindungan secara tdak langsung dari serangan penyakit menular yang terbentuk ketika sebuh populasi memiliki imunitas/kekebalan.

Prediksi akan terjadinya lonjakan kasus penyintas Covid-19 pada momen mudik lebaran harus cepat dibaca dan direspon oleh pemerintah melaui kebijakan regulasi dan implementasinya.

Pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 baru-baru ini telah mengeluarkan addendum Surat Edaran Nomor 13 tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri dan Upaya Pengendalian Penyebaran covid-19.

Tujuan dari surat edaran ini pun sangat logis yakni untuk mengantisipasi peningkatan arus pergerakan penduduk yang berpotensi meningkatkan penularan Covid antar daerah. Pasca terbitnya kebijakan mengenai larangan mudik ini, muncul beragam respon dari masyarakat. Ada yang pro dan ada juga yang kontra.

Pihak yang pro menilai bahwa langkah pelarangan mudik jelang perayaan hari besar agama Islam sudah tepat karena melihat sisi manfaatnya lebih besar daripada sisi buruknya. Pada bagian lain, pelarangan mudik adalah bentuk pembelajaran atas apa yang terjadi di India.

Berdasarkan situs berita yang beredar, awal mula lonjakan dahsyat dengan angka mencapai 300.000 kasus per hari di India, merupakan rekor kasus penularan terbanyak di dunia, hal itu terjadi karena dipicu adanya festival keagamaan  Kumbh Mela.

Festival Kumbh Mela atau festival kendi dari India adalah salah satu ritual paling suci dalam agama Hindu. Ritual yang dirayakan empat kali selama 12 tahun itu dilakukan dengan cara mandi dan berendam bersama di sungai Gangga yang dipercaya sebagai tempat suci yang dapat membebaskan diri dari dosa dan dapat membawa keselamatan. Yang terjadi kemudian justru adalah malapetaka badai Covid melanda India.

Nah kembali lagi, sekarang bagaimana pandangan orang-orang yang kontra dengan kebijakan larangan mudik? Ternyata ada inkonsistensi kebijakan pemerintah yang membuat bingung masyarakat.

Saat aktivitas mudik dilarang, justru aktivitas pariwisata dan aktivitas kerumunan yang terjadi di pusat perbelanjaan tidak terkendali. Dengan dalih menjaga stabilitas perputaran ekonomi, namun tetapa saja tidak akan sebanding dengan biaya penanganan virus corona yang semkain besar dan masif.

Dilansir dari salah satu kabar yang tersiar dihttps://harian.kompas.com berjudul “Ratusan Pemudik Terobos Penyekatan di Karawang’’, menjadi bukti lemahnya punishment terhadap para pelanggar kebijakan serta lemahnya implentasi di lapangan yang dilakukan oleh petugas yang berwenang. Yang terjadi masyarakat kemudian malah berupaya mencari akal dan celah agar tetap bisa mudik.

Anomali tersebut semakin menandaskan ketidak-setujuan pihak yang kontra terhadap larangan mudik.

Mudik secara hakikatnya memiliki relevansi dengan makna Idulfitri yaitu kembali pulang pada fitrah. Selesainya ibadah Ramadan yang dijalankan selama sebulan penuh menjadikan insan yang kembali suci ibarat bayi yang baru saja lahir dan bersih dari dosa-dosa.

Mudik menjadi sebuah konotasi usaha kembalinya manusia terhadap asal usul penciptaanya. Mudik dapat menjadi perenungan perjalanan awal pencarian jati diri yang dimulai saat masa kecil, dewasa hingga tak terasa semakin menua. Di kampung halaman kita masing-masing itulah kita bisa menemukan ihwal perenungan itu.

Kini dengan adanya virus menular bernama corona, membatasi gerak langkah kita seluruhnya.

Apa daya, kesehatan dan keselamatan diri, keluarga dan lingkungan yang ada di kampung halaman harus menjadi prioritas penting yang harus dijaga.

Mudik dengan segala kemaslahatannya, masih mungkin dilakukan dengan cara dan media yang berbeda. Jika kita rindu orangtua dan sanak saudara, barangkali masih bisa diobati dengan pertemuan tatap muka dengan memanfaatkan teknologi komunikasi yang semakin canggih.

Untuk memberikan sebentuk kebahagiaan, bisa dilakukan dengan cara memberikan bingkisan dan aneka kebutuhan melalui jasa pengiriman pos. Transfer uang untuk bekal kebutuhan saudara di kampung halaman juga setidaknya bisa membantu meringankan di tengah situasi sulit seperti ini. Atau bagi yang punya pacar di kampung halaman, rajin-rajinlah komunikasi melalui Zoom dan video call.

oleh:r jumadi SDN 01 Banjit 

Minggu, 09 Mei 2021

💖💖 Adab Membawa Anak Bertamu 💖💖

Pada suatu hari, karena macet, kami memutar balik perjalanan, kami arahkan mobil ke sebuah perumahan untuk numpang muter aja,  lalu tanpa sengaja, ternyata kami melewati rumah seorang teman lama suami. Dan dia meminta kami mampir.

Kami serombongan dengan 4 anak. Menuju ruang tamunya yang mungil dan bersih.

Singkat cerita, di sana, juga ada tamu yang baru datang. sebuah keluarga -ayah, ibu dan 1 anak 7 tahunan-. Si anak langsung membuka toples kue nastar, membawa toples ke pangkuannya, dan lalu asyik makan. Kita panggil saja si anak "Boy" yaa. Badannya bongsor.

Nastar itu terlihat "mahal". Bentuknya seperti buah jambu. Cantik banget.

hampir setengah toples berpindah ke perut Boy. Sang Ayah sibuk mengobrol dengan tuan rumah, sang ibu sibuk dengan HP. Aku mengajak anak-anak ke teras luar yang adem, aku takut menjadi 'tertuduh' terlibat menghabiskan 1 toples kue mahal 😲

Nyonya rumah, santun berkata "namanya siapa Sayang? toplesnya taro sini aja yaa...biar nggak jatuh", nyonya berusaha 'meminta' toples kaca itu agar dikembalikan ke meja.  Menurutku ini 'kode' kalo dia keberatan dengan adab si Boy. Boy menolak. Tangannya tetap mengeruk kue yang udah abis nyaris separo. Mereka juga gak akrab kayaknya, buktinya nyonya rumah aja gak tau nama si anak.

"Dibagi dong teman-temannya, itu belum kebagian," kata si nyonya lagi menunjuk ke anak-anakku.  "Nggak mau!" Jawab Boy,

 Lama kemudian.

"Mau coba ini?" Nyonya rumah membuka toples astor. Sepertinya berusaha menawarkan alternatif agar gak hanya nastar jambu yang dimakan si Boy.

"Nggak mau," jawab si Boy lagi, berteriak.

"Boy suka banget sama nastar yaa," tutur nyonya rumah, suaranya tenang.

"Oiya... bisa abis setoples dia," sahut sang ayah. Si ibu mendongak sedikit dari HP. "Dia sukanya nastar sama sagu keju, bisa setoples sekali duduk abis, tapi kalo kastengel, sebiji pun dia lepeh, gak suka," kata si ibu tersenyum, lalu kembali ke HP.

Entah mengapa...aku menjadi gak nyaman. Pertama, aku liat di meja ini hanya ada 4 toples kue yang terlihat baru saja dibuka. Dan kalo 1 tamu menghabiskan 1 toples kue, gimana tamu-tamu berikutnya?

Dia nggak mengadakan open house besar-besaran. Bisa jadi stok kuenya juga gak banyak. Kehidupan mereka 'terlihat' juga gak berlebihan.

Selain itu, tau kan ya semahal apa harga kue kering lebaran? Setoples itu bisa jadi 90ribuan. Belum tentu masih ada stok di belakang.

Aku beberapa kali menangkap mata nyonya rumah gelisah  melirik ke si Boy. Dia berusaha ramah maksimal dengan membukakan astor, kripik pisang coklat dan kerupuk udang. Tapi Boy gak peduli, pun ayah ibunya,  nastar itu sekarang bersisa sepertiga 😌😌😲😲. Aku gak tau lanjutannya. Karena kami pamit duluan.

Menurutku, sangat penting mengajarkan adab bertamu pada anak-anak. Apa yang boleh dan tak boleh. 

Di rumah sendiri, anak-anak boleh saja memakan apa saja sampai abis, Tapi kalo di rumah orang gak boleh begitu.

Tamu orang rumah, gak hanya kita saja. Ini penting dikasih tau ke anak-anak, agar mereka gak egois.

Harga kue itu mahal. Gak semua orang bisa bikin kue. Banyak yang beli. Kalo diitung sebutir nastar itu harganya bisa 3ribu. Jadi bisa ajarkan anak-anak kalo makan kue di rumah orang, gak boleh banyak. Maksimal 2 atau 3 butir saja per jenis kue. Kalo bisa pun hanya makan maksimal 2 jenis kue saja.

Nah, kadang anak gak patuh, jadi 'rakus' saat di rumah orang, bisa jadi karena mereka memang lapar. Jadi penting banget memastikan perut anak udah terisi saat mau bertamu ke rumah orang, antisipasi kemacetan dengan bawa cemilan. Jadi sampai di rumah orang, anak tidak dalam kondisi lapar. anak-anak lebih gampang 'ditaklukkan' saat mereka tidak lapar. Percayalah!

Saat ke rumah nenek atau Bu De atau tante, atau saudara yang bener-bener deket dan akrab, di mana kedatangan kita memang sangat mereka nantikan dan mereka memang udah prepare banget menyambut kita, tentu boleh agak lentur. Misal saat kami ke rumah kakak kandungku. Memang hanya kami saudara kandung mereka di kota ini. Jadi bolehlah agak santai, makan ketupat nambah, pake rendang, opor, telur, kue-kue,  dll. 

Tapi kalo bertamu ke rumah orang, jelas harus ada ADAB yang dikenalkan ke anak. Kalo anak belum mau mengerti, maka jadilah orangtua yang tau diri.

 Misal, bertamu jangan kelamaan, ajak anak ngobrol, liat udara luar, atau berinteraksi dengan tamu lain. Anak-anak kan gampang akrab sama teman baru, jadi ajak main sama teman baru sehingga si anak nggak melulu fokus ke menghabiskan kue tuan rumah. Saat bertamu pun, cobalah paksakan diri untuk TIDAK MELIHAT HP. fokuslah pada hidup yang nyata, jangan malah mengurus yang maya tapi mengabaikan yang nyata.

Begitu pun saat anak ke toilet, kalo masih kecil, walaupun anak udah biasa ke toilet sendiri di rumah, saat di rumah orang, tetap temenin.

Toilet kan beda-beda. Aku pernah nemuin anak yang nggak menyiram abis pake toilet, sementara ibunya main HP. 

Aku suruh siram, "nggak ada gayung," jawab si anak.

 Kemungkinan di rumah dia biasa pake toilet jongkok dengan siram manual. Jadi saat menemukan toilet duduk dengan pencetan siraman, dia nggak ngerti. Jadilah dia meninggalkan toilet dengan kondisi kotor.

Memang yaa...saat bertamu ke rumah orang membawa anak-anak, kita harus selalu 'menimbang rasa' ke tuan rumah. Jangan terlalu berharap bisa ngobrol-ngobrol seru tanpa batas, sementara anak-anak juga bebas lepas. Jangan!

Tetap waspada. Pasang mata telinga mengawasi anak-anak kita.

Jangan sampai menimbulkan ketidaknyamanan pada tuan rumah.

Kalo ada tuan/nyonya rumah yang memberikan kode agar beralih ke kue lain, jangan dibilang pelit. Cobalah memahami posisi mereka.

Tamu mereka bisa jadi banyak yang mau datang setelah kita...

Stok kue dan makanan mereka mungkin gak banyak..

Kondisi keuangan mereka mungkin sedang tak bagus untuk membuat/membeli kue dalam jumlah banyak..

Mereka bisa jadi sedang menunggu tamu yang istimewa di hati mereka, misal kakak/adik kandung dan mereka juga ingin kue-kue enak ini dicicipi oleh orang kesayangan mereka..

Untuk anak yang masih kecil, temenin mereka ke toilet, untuk memastikan agar anak tak meninggalkan toilet orang lain dalam kondisi tak bersih.

Intinya... adab! Adab! Adab! 

Kalau anak belum mengerti, kita orangtua kan udah tua, kita yang harus mengerti. Jangan membiarkan anak sesuka dia dengan kalimat "namanya juga anak-anak" . Kemudahan dengan menelantarkan adab, bisa jadi kelak inilah yang akan menyulitkan masa depan anak.

Selamat bersilaturahhim. Jangan lupa sematkan ADAB dimanapun!

By : Fitra Wilis masril
Editor :R jumadi

*menulis caraku menasehati diri

Pengertian Wartawan – Perbedaan, Tujuan, Jenis, Indikator, Tugas, Sifat, Standar

Pengertian Wartawan – Perbedaan, Tujuan, Jenis, Indikator, Tugas, Sifat, Standar :Merupakan orang yang pekerjaannya mencari, mengumpulkan, memilih, mengolah berita dan menyajikan secepatnya kepada masyarakat luas melalui media massa,


Reporters

Pengertian Wartawan
Daftar Baca Cepat  tampilkan 

Wartawan merupakan orang yang pekerjaannya mencari, mengumpulkan, memilih, mengolah berita dan menyajikan secepatnya kepada masyarakat luas melalui media massa, baik yang tercetak maupun elektronik. Yang dapat disebut sebagai wartawan ialah repoter, editor, juru kamera berita, juru foto berita, redaktur dan editor audio visual.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Surat Kabar Atau Koran Menurut Buku Beserta Contoh Dan Macamnya


Definisi wartawan yang tercantum dalam pasal 1 butir 4 undang-undang nomor 40 tahun 1999 perlu diubah, sehingga berbunyi :

“wartawan adalah profesi yang secara teratur melakukan kegiatan jurnalistik dalam bentuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikna informasi kepada perusahaan pers atau kantor berita untuk disiarkan/dipublikasikan kepada masyarakat umum, agar mereka memperoleh informasi yang benar, tepat, akurat, dan objektif”.


Wartawan, jangan diartikan sebagai orang seperti hartawan = orang yang mempunyai harta, ilmuwan = orang yang memiliki ilmu ( orang berilmu ) dan dermawan = orang yang suka beramal, karena hartawan, ilmuwan, dan dermawan, menunjukkan seseorang; sedangkan wartawan, dokter, dan advokat menunjukkan profesi .


Perbedaan Jurnalis, Wartawan, Dan Reporter

1. Jurnalis memiliki makna sama : sebuah profesi yang tugasnya mencari,
2. Wartawan mengumpulkan, menyeleksi dan menyebarluaskan informasi kepada
3. Reporter khalayak melalui media massa.


Istilah lain dari wartawan adalah jurnalis atau journalist yang mempunyai arti :

  1. Seorang yang melakukan tugas di bidang pers .
  2. Seseorang yang bertugas mencari , menyusun , dan menyunting berita yang akan dimuat dalam media massa .
  3. Seseorang yang pekerjaanya mengedit, (merangkum) menulis berita, artikel, dan bahan berita lainya, untuk dipublikasikan secara periodical : termasuk surat kabar serta majalah, mingguan, dan bulanan .

Tujuan Wartawan

Tujuan wartawan melakukan wawancara ialah untuk memperoleh informasi, namun informasi macam apa yang ingin digali, bisa dirinci sebagai berikut:


  • Untuk memperoleh fakta.
  • Guna memperoleh fakta yang penting dari suatu wawancara, repoter harus menemukan sumber yang kredibel dan bisa dipercaya dengan informasi akurat.
  • Wartawan bisa saja mewawancarai orang yang kebetulan ditemui di jalan untuk dimintai pendapatnya tentang kondisi krisis ekonomi.

Jenis-Jenis Wartawan

Adapun jenis-jenis wartawan yaitu:


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 17 Pengertian Berita Menurut Para Ahli Terlengkap


Wartawan Profesional

Wartawan professional ialah wartawan yang menjadikan kegiatan kewartawanan sebagai profesi. Tugas tersebut dilaksanakan sebagaio profesi atau pekerjaan.


Wartawan Free Lance

Wartawan free lance ialah wartawan yang tidak tergantung pada satu kabar atau berita saja. Ia melakukan tiga kewartawanan. Sedangkan karyanya disalurkan ke berbagai media, jadi tidak terikal oleh satu penerbitan atau satu surat kabar.


Koresponden

Istilah ini sering dipakaui untuk menyebut wartawan yang bertugas di daerah dan tidak berada pada satu kota dengan pusat penerbitan. Mereka bekerja dan menulis berita dan dikirim melalui pos, facsimile, modem, telephon, dan sarana komunikasi lainnya.


Wartawan Kantor Berita

Wartawan kantor berita ialah seorang wartawan dari satu kantor berita atau new pers agency. Wartawan ini mencari berita untuk suatau kantor berita kemudian beritanya di salurkan atau dijual ke berbagai lembaga penerbitan yang membutuhkan.


Indikator wartawan

Beberapa indikator ini diharapkan dapat membantu pelaksanaan tugas kewartawanan diantaranya :

  1. Kompleksitas
  2. Generalis
  3. Peka terhadap setiap peristiwa

Tugas Dari Seorang Wartawan

Tugas dari seorang wartawan ialah reporting. Reporting ialah bentuk pelaporan yang memerlukan kemampuan untuk melaporkan dan menulis tentang berbagai topik. Wartawan melakukan pelaporan dalam berbagai outlet berita, seperti surata kabar, stasiun televisi berita dan stasiun radio berita, dimana tugasnya mengumpulkan berita.


Sifat Wartawan

Sifat-sifat wartawan menurut J.ccasiy(meinanda1981:70) mengatakan pertama-tama orang harus mempunyai mat adan telinga, bahkan lidah yang licin ada gunanya . mata digunakan untuk mengamati seecermatnya.


telinga dipergunakan untuk mendenbgarkan berita atau informasi. sementara lidah yang licin dipeunakan untuk mengajak penbicara kepada persoalan. dalam hubungan dengan profesi kewartawanan, Carl N. Warren (Meinanda, 1981:71-72) memberikan sepuluh pasangan untuk menjadi wartawan yang baik, yakni :


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 8 Jenis, Bentuk Dan Pengertian Wawancara Menurut Para Ahli Beserta Contohnya


  1. Perhatikan dengan sebaik-bainya. Dengarkan dengan sungguh-sungguh;
  2. Isi persediaan otak dengan pengetahuan;
  3. Tumbuhkan lapangan yang luas;
  4. Membacalah dengan teratur dan dengan pikiran yang kritis;
  5. Perlihatkan inisiatif dan kesanggupan;

  6. Bekerja dengan rajin dan sabar;

  7. Pergunakanlah pikiran. Janganlah memalsukan sesuatu;
  8. Menulislah, dan teruslah menulis;
  9. Berpikirlah dengan jelas dan cepat;
  10. Pergunakanlah waktiu yang terluang dengan sebaik-baiknya.
  11. Sepuluh Persyaratan Menjadi Jurnalis

Disamping harus memenuhi persyaratan umum, seperti pendidikan yang cukup (diutamakan sarjana), berkelakuan baik, dan sehat jasmani dan rohani, untuk menjadi jurnalis atau wartawan atau reporter.


Standar Wartawan Profesional

Berikut Ini Merupakan Standar Wartawan Profesional.

1. Melalui proses penerimaan yang baik (Well Selected)

Tidak semua orang cocok dan mampu menjadi wartawan , meskipun banyak orang ingin jadi wartawan atau reporter . menjadi wartawan haruslah merupakan panggilan hidup . tidak sekedar untuk mencari nafkah , dengan demikian dalam hal untuk mendapatkan calon wartawan harus melalui seleksi yang baik . seleksi sangat penting , terutama untuk mengetahui apakah orang itu memiliki kepribadian sebagai wartawan atau tidak , dan untuk mengetahui tingkat kemampuan akademisnya.


2. Berpendidikan formal yang cukup (Well Educated)

Tidak dapat dipungkiri bahwa tingkat pendidikan seseorang sangat berpengarugh terhadap kualitas pekerjaan seseorang termasuk seorang reporter . sesuai dengan dengan perkembangan iptek, saat ini , untuk menjadi wartawan atau reporter di prioritaskan mereka yang sarjana (S1) atau lebih .penting , menginmgat tugas-tugas kewartawanan membutuhkan kemampuan analisis yang tinggi serta kemampuan berkomunikasi dengan berbagai pihak pada berbagai level .


3. Terlatih dengan baik (Well Trained)

Pendidikan formal yang cukup saja belum menjamin seorang wartawan dapat bekerja dengan baik jika belum mendapat pelatihan khusus tentang profesi wartawan pelatihan kewartawanan misalnyta terkait : kode etik jurnalistik , undang-undang dan peraturan-peraturan terkait media massa .


dengan demikian tanpa pelatihan khusus , maka seorang wartawan atau jurnalis hanya akan memahami pekerjaanya secara umum untuk media ,masaa pada umumnya , padahal setiap media masaa sudah pasti memiliki cirri dan kebijakan sendiri .


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Wartawan” Pengertian & ( Tujuan – Jenis – Tugas )


4. Dilengkapi dengan peralatan yang memadai (Well Equiped)

Dalam melaksanakan tugas liputan di lapangan seorang wartawan , juru kamera akan sulit melakukan tugas dengan baik apabila tidak memiliki peralatan yang memadai . oleh karena itu , supaya wartawan dapat bekerja dengan baik ia harus dilengkapi peralatan yang memadai , seperti : alat tulis, tape recorder , kamera foto , kamera tv , alat komunikasi ,computer dan tentu saja alat transportasi.


5. Memperoleh gaji yang layak (Good Salary)

Bagaimana pun profesionalnya seseorang , akhirnya jumlah gaji yang diterima dari hasil pekerjaanya tetap menentukan apakah ia dapat bekerja denganb baik atau tidak . dengan gaji yang cukup ia dapat menafkahi keluarganya . sebaliknya , apabila gaji yang tidak cukup pemikiranya akan terganggu terpecah antara memikirkan tugas dengan memikirkan apakah anaknya bisa belajar dengan baik atau tidak , karena uang sekolahnya belum terbayarkan .


professional memang tetap di utamakan namun kesejahteraan tetap turut menetukan dan mempengaruhi kelancaran dan kualitas pekerjaan wartawan . intinya , menjadi wartawan haruslah menjadi panggilan hidup sehingga profesionalisme tidak dengan mudah terkalahkan dalam hambatan dan tantangan dalam tugas .


6. Memilki motivasi yang baik dan idealisme yang tinggi (Well motivation and High Idealism)

apabila seorang wartawan memiliki keduanya yaitu motivasi dan idealism kerja yang tinngi , maka sekompleks apapun tugas yang dihadapi dan kendala yang dihadapi pasti ditangani dengan baik.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Kebebasan Pers” Pengertian & ( Dampak Positif – Negatif )

Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Cari
MUNGKIN ANDA SUKA
MgidMgid



Editor : R.jumadi
Sumber: gurupendidikan.com


Jumat, 26 Februari 2021

KELUARGA BESAR SDN 01 BANJIT MENGUCAPKAN SELAMAT DAN SUKSES ATAS DILANTIKNYA RADEN ADIPATI SURYA,SH,MM DAN DRS ALI RAHMAN, ST,.MT SEBAGAI BUPATI DAN WAKIL BUPATI WAYKANAN PERIODE 2020 - 2024


Kepala sekolah SDN 01 Banjit ARIFA MULYANI,S.Pd.
Seluruh dewan guru
Staf TU,operator,penjaga sekolah SDN 01 Banjit,mengucapkan selamat  dan sukses kepada  Bpk RADEN ADIPATI SURYA ,SH,MM & Drs ALI RAHMAN,ST,.MT Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Waykanan periode 2020- 2021.

Kamis, 25 Februari 2021

KEGIATAN HARI PEDULI SAMPAH NASIONAL (HPSN) SDN CENTER (SDN 01 BANJIT)

SDN 01BANJIT,26/2/2021. - Dalam rangka pelaksanaan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN),Kepala sekolah,Dewan guru dan Stap SDN 01 Banjit,Melaksanakan kegiatan pembersihan disekitar sekolah.

Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN)merupakan peringatan peristiwa yang terjadi pada tanggal 21 Februari 2005 silam. Akibat curah hujan yang tinggi danledakan gas metana pada tumpukan sampah di TPA Leuwigajah Cimahi, menyebabkan 157 orang meninggal.

Hari Peduli Sampah Nasional merupakanmomen berharga untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah dengan langkah sederhana yaitu Reduce, Reuse, Recycle (3R).

 Kepala sekolah SD negeri 01 Banjit ARIFA MULYANI  menyampaikan kegiatan HPSN tahun ini,walau pun kegiatan HPSN anak - anak sekolah tidak diikut sertakan,karena dimasa pandemi covid -19, semua dewan guru,serta staf SDN 01 agar tetap patuhi protokol kesehatan.
Semoga saja masa pandemi ini cepat berakhir,karena anak - anak sekolah sudah merindukan kegiatan belajar tatap muka,serta anak - anak mengharapkan sekali agar mereka bisa berkumpul belajar,bermain bersama kawan - kawannya.



SUMBER : SDN 01 Banjit
editor.     : Adi

Kamis, 18 Februari 2021

NIKMAT HIDUP TETAP BERSANDAR PADA ALLAH SWT.


nasehat jum'at barokah.
Ini ada kata2 lama dari "Bob Sadino" yang masih relevan sampai hari ini , sebagai renungan kita :

Keluargaku ..

Di saat kita memakai jam tangan seharga Rp 500.000,- atau Rp 50.000.000,-, kedua jam itu menunjukkan waktu yg sama.

Ketika kita mengayuh sepeda seharga 100jt ataupun 1jt...tetap mengeluarkan keringat yang sama...

Ketika kita membawa tas atau dompet seharga Rp 500.000,- atau Rp 5.000.000,-, keduanya sama2 dapat membantumu membawa sebagian barang/uang.

Waktu kita tinggal di rumah seluas 50 m2 atau 5.000 m2, kesepian yg kita alami tetaplah sama.

Ketika kita terbang dengan first class atau ekonomi class, maka saat pesawat terbang jatuh maka kita pun ikut jatuh.

Keluargaku ..

Kebahagiaan sejati bukan datang dari harta duniawi.
Jadi ketika kita memiliki pasangan, anak, saudara, teman dekat, teman baru dan lama... Lalu kita ngobrol, bercanda, tertawa, bernyanyi, bercerita tentang berbagai hal, berbagi suka dan duka- itulah kebahagiaan sesungguhnya.

Hal penting yang patut di renungkan dalam hidup :

1. Jangan mendidik anak mu untuk terobsesi menjadi kaya. Didiklah mereka menjadi bahagia. Sehingga saat mereka tumbuh dewasa mereka menilai segala sesuatu bukan dari harganya.

2. Kata2 yg terbaik di Inggris :
"Makan makananmu sebagai obat. Jika tidak, kamu akan makan obat2an sebagai makanan."

3. Seseorang yg mencintaimu tidak akan pernah meninggalkanmu karena walaupun ada 100 alasan untuk menyerah, dia akan menemukan 1 alasan untuk bertahan.

4. Banyak sekali perbedaan antara "manusia & menjadi manusia" Hanya yg bijak yang mengerti tentang itu.

5. Hidup itu antara
"B" birth (lahir) dan "D" death (mati), diantara nya adalah ada "C" choice (pilihan) hidup yang kita jalani, keberhasilannya ditentukan oleh setiap pilihan kita.

Jika kamu mau berjalan cepat, Jalanlah sendirian. Tetapi Jika kamu ingin berjalan jauh, jalanlah bersama sama.

Ada 6 dokter terbaik,
1. Keluarga
2. Istirahat
3. Olah raga
4. Makan yg sehat
5. Teman
6. Tertawa

Nikmati hidup dan tetap bersandar pada ALLAH
yg punya kehidupan.
Semoga bermanfaat .😀😊😚