Lebih dari tujuh purnama corona mengintai sampai ke dalam lembah meski lembab dan gemuruh curup berderap : ia tetap menyergap.
Serombongan kelelawar bersemedi dalam goa, tanpa kerlip matahari : apa lagi lampu disco dan jeritan disc jockey yang tiba-tiba tersedak paru-parunya
Corona virus disease 19 menusuk tak kenal ampun : ibu hamil terpapar, bayi mungil menggelepar, buruh, petani, dokter, karyawan pabrik, pendidik, ilmuwan, polisi, pejabat publik, hingga dukun klenik meratap dalam kesendirian :
pesakitan berdebar menunggu vonis tembak mati !
Hanya munajat terus dipanjatkan
berharap duri-duri kasat mata serupai ini terhapus jejaknya
berharap restu bumi menamatkan perjalanan panjangnya
: yang mencekam, penuh fitnah, amarah tak berarah, menutup jalan istirah yang berkah.
Hari ini, hujan september kembali wartakan corona yang mencemaskan.
anak-anak ku tak lagi bernas melepas baju sepulang sekolah
rindu bangku sekolah dan berkejar-kejaran di selasar langgar
bubur kacang hijau usir embun
menggigil di beranda
2021