Senin, 07 Agustus 2023

KISAH NYATA "PERTENGKARAN SIBODOH DAN SIPINTAR".

Suatu hari, 2 murid menghdp GURU. Mereka bertengkar hebat&nyaris beradu fisik.

Ke dua nya berdebat ttg hitungan 3x7.
Murid pandai mengatakan 21,
Murid bodoh bersikukuh mengatakan 27.

Murid bodoh menantang murid pandai utk meminta GURU sbg Jurinya utk mengetahui siapa yg benar diantara mereka.
sambil si bodoh mengatakan : "Jika sy yg benar 3 x 7 = 27 maka engkau hrs mau di cambuk 10 kali oleh GURU, tapi jika kamu yg benar ( 3x7=21 ),maka sy bersedia utk memenggal kepala sy sendiri ha ha ha ....." demikian si bodoh menantang dgn sangat yakin dgn pendapatnya.
"Katakan GURU, mana yg benar ?"
tanya murid bodoh.

Ternyata GURU memvonis cambuk 10x bagi murid yg pandai (orang yg menjwb 21).
Si murid pandai protes keras!!
GURU menjwb:
"Hukuman ini bkn utk hasil hitunganmu, tp utk KETIDAK ARIFANmu yg mau2nya berdebat dgn org bodoh yg tdk tau kalo 3x7 adalah 21"
Guru melanjutkan : "Lebih baik melihatmu dicambuk & menjadi ARIF drpd GURU hrs melihat 1 nyawa terbuang sia2!"
Pesan Moral,
Jika kita sibuk mmperdebatkan sesuatu yg tak berguna
berarti kita juga sama salahnya atau bahkan lbh salah drpd org yg memulai perdebatan,
sebab dgn sadar kita membuang waktu & energi utk hal yg tdk perlu.
Bukankah kita sering mengalaminya?
Bisa terjadi dgn pasangan hidup, rekan kerja, tetangga/kolega, bahkan anggota Dewan..hehe
Berdebat atau bertengkar utk hal yg tdk ada gunanya,hanya
akan menguras energi percuma.
Ada saatnya kita diam utk menghindari perdebatan atau pertengkaran yg sia2.
Diam bkn berarti kalah, bukan?
Memang tdk mudah,
tapl janganlah sekali2 berdebat dgn org bodoh yg tidak menguasai permasalahan.
"MERUPAKAN SUATU KEARIFAN BAGI ORG YG BISA KONTROL DIRI & HINDARI KEMARAHAN ATAS SUATU KEBODOHAN !!



Penulis :R.J
Editor    :R.J
pesan moral,anak gemar membaca.
(sumber:cerita anak.id.)

Kamis, 15 Juni 2023

UPT SDN 01 BANJIT MENERIMA SISWA BARU TAHUN AJARAN 2023/2024

Unit Pelaksana Teknis Sekolah Dasar Negeri 01 Banjit menerima siswa, Untuk ajaran tahun 2023/2024  dibuka pada tanggal 17 Juni 2023.
pada acara pembagian raport PAS 22022/2023,Kepala sekolah Sdn 01 Banjit menyampaikan; anak masuk sekolah kembali pada tanggal 17 Juli 2023,gunakan liburnya untuk tetap belajar dan berkumpul bersama keluarga.
Sekolah Dasar Negeri 01 Banjit merupakan salah satu sekolah tertua dikecamatan Banjit,yang secara resmi berdiri pada 1 Desember 1969.
yang telah meluluskan siswa ribuan anak,dan mencetak generasi pemimpin unggulan sekarang,serta lulusan sekarang ini Banyak yang sukses baik berkerja pemerintahan, swasta,petani. merupakan hasil dari pendidikan lulusan Sdn 01 Banjit 40 tahun yang lalu.
dan generasi sekarang adalah generasi penerus 20 tahun mendatang,maka belajarlah untuk mendapatkan ilmu yang benar-benar untuk bekal anak - anak dimasa mendatang.ujar kepsek sdn 01Banjit'(*/R)

Rabu, 03 Mei 2023

MEMBELI KERINGAT GURU

Dalam sebuah diskusi, seorang murid bertanya kepada gurunya,

Murid : "Jika memang benar para guru adalah orang-orang yang pintar, mengapa bukan para guru yang menjadi pemimpin dunia, pengusaha sukses, dan orang-orang kaya raya itu?

Gurunya tersenyum, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, ia masuk ke ruangan nya, dan keluar kembali dengan membawa sebuah timbangan.

Ia meletakkan timbangan tersebut diatas meja, dan berkata : " Anakku, ini adalah sebuah timbangan, yang biasa digunakan untuk mengukur berat emas dengan kapasitas hingga 5000 gram".
"Berapa harga emas seberat itu? "
Murid mengernyitkan keningnya, menghitung dengan kalkulator dan kemudian ia mejawab,

"Jika harga satu gram emas adalah 800 ribu rupiah, maka 5000 gram akan setara dengan 4 milyard rupiah,"

Guru : "Baik lah anakku, sekarang coba bayangkan seandainya ada seseorang yang datang kepadamu membawa timbangan ini dan ingin menjualnya seharga emas 5000 gram, adakah yang bersedia membelinya?"
Murid berkata : "Timbangan emas tidak lebih berharga dari emasnya, saya bisa mendapatkan timbangan tersebut dengan harga dibawah dua juta rupiah, mengapa harus membayar sampai 4 milyar?"

Guru menjawab : "Nah, anakku, kini kau sudah mendapatkan pelajaran, bahwa kalian para murid, adalah seperti emas, dan kami adalah timbangan akan bobot prestasimu, kalianlah yang seharusnya menjadi perhiasan dunia ini, dan biarkan kami tetap menjadi timbangan yang akurat dan presisi untuk mengukur kadar kemajuanmu. "

Guru berkata lagi, "Satu lagi pertanyaanku. Jika ada seseorang datang kepadamu membawa sebongkah berlian ditangan kanannya dan seember keringat di tangan kirinya, kemudian ia berkata : "Ditangan kiriku ada keringat yang telah aku keluarkan untuk menemukan sebongkah berlian yang ada ditangan kananku ini, tanpa keringat ini tidak akan ada berlian, maka belilah keringat ini dengan harga yang sama dengan harga berlian"
"Apakah ada yang mau membeli keringatnya? "
"Tentu tidak." Ujar murid.

"Orang hanya akan membeli berliannya dan mengabaikan keringatnya. Biarlah kami, para guru, menjadi keringat itu, dan kalianlah yang menjadi berliannya."

Sang murid menangis, ia memeluk gurunya dan berkata : "Wahai guru, betapa mulia hati kalian, dan betapa ikhlasnya kalian, terima kasih guru. Kami tidak akan bisa melupakan kalian, karena dalam setiap kemajuan kami, setiap kilau berlian kami, ada tetes keringatmu..."

Guru berkata : "Biarlah keringat itu menguap, mengangkasa menuju alam hakiki disisi ilahi rabbi, karena hakikat akhirat lebih mulia dari segala pernak-pernik di dunia ini."

Untuk semua guru, Terima kasih atas segenap perjuanganmu semoga Tuhan melindungmu dan memberimu rejeki..

SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL
2 Mei 2023.

Selasa, 04 April 2023

Memfasilitasi siswa menjadi kreator dan aktor

By : Beni Nur Cahyadi, S.Pd.I., M.Pd., M.H

- Guru SMK Pancasila 3 Baturetno 
- Dosen STAIMAS Wonogiri
- Wakil Ketua DPD AGPAII Kab Wonogiri
- Pengurus PC Pergunu Wonogiri


Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Projek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran.

Mengapa kita memerlukan Kurikulum Merdeka?
Berbagai studi nasional maupun internasional menunjukkan bahwa Indonesia telah mengalami krisis pembelajaran (learning crisis) yang cukup lama. Studi-studi tersebut menunjukkan bahwa banyak dari anak-anak Indonesia yang tidak mampu memahami bacaan sederhana atau menerapkan konsep matematika dasar. Temuan itu juga juga memperlihatkan kesenjangan pendidikan yang curam di antarwilayah dan kelompok sosial di Indonesia. Keadaan ini kemudian semakin parah akibat merebaknya pandemi Covid-19. Untuk mengatasi krisis dan berbagai tantangan tersebut, maka kita memerlukan perubahan yang sistemik, salah satunya melalui kurikulum. Kurikulum menentukan materi yang diajarkan di kelas. Kurikulum juga mempengaruhi kecepatan dan metode mengajar yang digunakan guru untuk memenuhi kebutuhan peserta didik. Untuk itulah Kemendikbudristek mengembangkan Kurikulum Merdeka sebagai bagian penting dalam upaya memulihkan pembelajaran dari krisis yang sudah lama kita alami.

Ki Hajar Dewantara lahir pada tanggal 8 bulan Mei, tahun 1889 di Pakualaman Yogyakarta, nama istri beliau adalah Nyi Hadjar Dewantara, dan beliau wafat pada 26 April 1958, dan disemayamkan di pemakaman keluarga Taman Siswa Wijaya Brata

Pendidikan adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan dalam masyarakat. 

KHD juga mengingatkan para pendidik untuk tetap terbuka namun tetap waspada terhadap perubahan-perubahan yang terjadi, “ ?waspadalah, carilah barang-barang yang bermanfaat untuk kita, yang dapat menambah kekayaan kita dalam hal kultur lahir atau batin. Jangan hanya meniru. Hendaknya barang baru tersebut dilaraskan lebih dahulu”. KHD menggunakan ‘barang-barang’ sebagai simbol dari tersedianya hal-hal yang dapat kita tiru, namun selalu menjadi pertimbangan bahwa Indonesia juga memiliki potensi-potensi kultural yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar.

Kodrat Alam dan Kodrat Zaman

Beliau menjelaskan bahwa dasar Pendidikan anak berhubungan dengan? kodrat alam ?dan ?kodrat zaman ?. Kodrat alam berkaitan dengan “sifat” dan “bentuk” lingkungan di mana anak berada, sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan “isi” dan “irama” KHD mengelaborasi Pendidikan terkait kodrat alam dan kodrat zaman sebagai berikut:

“Dalam melakukan pembaharuan yang terpadu, hendaknya selalu diingat bahwa segala kepentingan anak-anak didik, baik mengenai hidup diri pribadinya maupun hidup kemasyarakatannya, jangan sampai meninggalkan segala kepentingan yang berhubungan dengan kodrat keadaan, baik pada alam maupun zaman. Sementara itu, segala bentuk, isi dan wirama (yakni cara mewujudkannya) hidup dan penghidupannya seperti demikian, hendaknya selalu disesuaikan dengan dasar-dasar dan asas-asas hidup kebangsaan yang bernilai dan tidak bertentangan dengan sifat-sifat kemanusiaan” (Ki Hadjar Dewantara, 2009, hal. 21)

KHD bermaksud menyampaikan pendidikan anak sejatinya menuntut anak mencapai kekuatan kodratnya sesuai dengan alam dan zaman. Bila melihat dari kodrat zaman, pendidikan saat ini menekankan pada kemampuan anak untuk memiliki Keterampilan Abad 21 sedangkan dalam memaknai kodrat alam maka konteks lokal sosial budaya murid di Indonesia Barat tentu memiliki karakteristik yang berbeda dengan murid di Indonesia Tengah atau Indonesia Timur.

Mengenai Pendidikan dengan perspektif global, beliau mengingatkan bahwa pengaruh dari luar tetap harus disaring dengan tetap mengutamakan kearifan lokal sosial budaya Indonesia.

Oleh sebab itu, isi dan irama yang dimaksudkan oleh KHD adalah muatan atau konten pengetahuan yang diadopsi sejatinya tidak bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan konteks sosial budaya yang ada di Indonesia. Kekuatan sosial budaya Indonesia yang beragam dapat menjadi kekuatan kodrat alam dan zaman dalam mendidik.

KHD menegaskan juga bahwa didiklah anak-anak dengan cara yang sesuai dengan tuntutan alam dan zamannya sendiri. Artinya, cara belajar dan interaksi murid Abad ini. 

Menurut KHD, budi pekerti, atau watak atau karakter merupakan perpaduan antara gerak pikiran, perasaan dan kehendak atau kemauan sehingga menimbulkan tenaga. Budi pekerti juga dapat diartikan sebagai perpaduan antara Cipta (kognitif), Karsa (afektif) sehingga menciptakan Karya (psikomotor).

Dengan prinsip serta pandangan hidup menjadi manusia “Ing ngarsa sung tuladha (di depan memberi teladan), Ing madya mangun karsa (di tengah memberi kesempatan untuk berkarya), Tut wuri handayani (dari belakang memberi dorongan dan arahan)”

kita harus menjadikan tokoh utama dalam proses pendidikan itu adalah siswa, bukan guru atau orangtua. Kita hanya pemeran figuran yang menentukan nasib mereka apakah menjadi tokoh protagonis atau antagonis dalam kehidupannya sendiri. Jika ia menjadi tokoh protagonis, berarti ia mampu menggali atau potensi dan nilai-nilai positif, kreatif, dan ilmu yang telah di ajarkan oleh guru, orangtua, dan lingkungan dengan baik dan benar sesuai kodrat


Ketika kita menjadikan siswa sebagai aktor utama, maka mereka akan berusaha menggali sendiri materi-materi pembelajaran yang telah di stimulus oleh guru. Siswa lah yang aktif dalam proses kegiatan belajar mengajar Siswa mencari sumber-sumber belajar pendukung selain buku paket yang digunakan. Misalnya: mencari referensi buku lain ke perpustakaan untuk pemahaman lebih, berselancar di dunia maya untuk memperluas wawasan dan update informasi pengetahuan, bahkan mungkin membuat mini proyek terkait pembelajaran yang di dapatkan. Dengan begitu, secara kognitif siswa berhasil menjadi tokoh utama dalam perannya sebagai penuntut ilmu.


Sementara dalam hal karakter, baik di rumah maupun sekolah Siswa mampu mempraktekkan sikap-sikap yang diajarkan, seperti : menjadi disipilin dengan segala aktifitasnya, sholat lima waktunya terjaga, Ibadah sesuai agama yang di anutnya. mampu berbicara yang baik, teguh pendirian, tekun belajar, santun, hormat kepada orangtua, bertanggung jawab, dan sebagainya. Ya, semua nilai-nilai sikap yang diajarkan di sekolah dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ini menunjukkan siswa berhasil sebagai aktor utama dalam pendidikannya.

Selanjutnya di lingkungan, karena tidak dipungkiri, salah satu faktor yang paling banyak mempengaruhi siswa adalah lingkungan tempat ia bergaul sehari-hari. Baik teman sekolah, teman di rumah, di tempat les, dan sebagainya. Pengaruhi lingkungan jauh lebih cepat mempengaruhi karakter dan sikap siswa. Untuk itu tugas orangtua adalah melibatkan anak dalam aktifitas bermanfaat di lingkungan, seperti: aktif di kegiatan mengaji di sore hari, aktif kegiatan remaja masjid, karang taruna aktif dalam kegiatan lingkungan. Hal ini akan membawa anak pada lingkungan yang positif dan terarah dan fokus. Sehingga ia benar-benar bisa menjadi aktor utama di lingkungan tempat tinggalnya.

Ketika siswa sudah mampu menjadi aktor utama dalam kehidupannya, sikap ketergantungan dengan oranglain, gampang menyerah, mengeluh, lemah, mudah bosan dan malas, emosi gampang marah akan mampu disingkirkan dari dalam dirinya. Karena fenomena sekarang, banyak kita jumpai “penyakit” siswa seperti ini. Penyakit kronis yang menggiring siswa menjadi brutal di masyarakat, kehilangan sikap santun terhadap orangtua, dan tidak peduli dengan masa depannya. Mungkin siswa yang seperti ini karena di masa usia perkembangan dan sekolah dasarnya ia tidak mampu menjadi aktor utama dalam pendidikannya, Sehingga saat tumbuh besarnya, hal ini membunuh karakter dirinya sendiri.


Jadi, marilah kita sebagai orangtua dan guru menjadi penghantar anak kita pada perannya sebagai aktor utama yang Kelak kita sendiri yang akan menuai apa yang telah kita lakukan di masa kecilnya.
sikap kreatif seseorang ingin maju dengan sesuatu yang baru. Hal tersebut menyangkut pembentukan pola pikir, misalnya dalam mengemukakan ide-ide serta sikap berani mengambil resiko

Kreatifitas kita sebagai guru untuk mendesign pembelajaran menjadi lebih bermakna dan bernilai petualangan bagi siswa akan terasa bermanfaat kelak bagi masa depan mereka.

Mendorong siswa mampu memberikan ide yang berbeda dari teman-teman lain dalam suatu proyek, mampu mengolah informasi atau mencari inspirasi dan melahirkan gagasan baru, serta menyelesaikan masalah dengan cara atau pendekatan yang berbeda
Jangan jadikan siswa sebagai robot atau mesin penulis, yang materi pembelajaran di dapat hanya dengan menulis. Karena merekalah penerus peradaban ini, kelak yang akan memimpin bangsa ini, berikanlah pendidikan yang terbaik untuk mereka.

Kamis, 23 Februari 2023

MEMPERINGATI HPSN 2023 UPT SDN01 BANJIT LAKSANAKAN GREBEG SAMPAH DILINGKUNGKUNGAN SEKOLAH.

SDN 01BANJIT, Jum'at 24/2/2023. - Dalam rangka pelaksanaan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN),Kepala sekolah,Dewan guru dan Stap SDN 01 Banjit,Melaksanakan kegiatan pembersihan disekitar sekolah.
Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN)merupakan peringatan peristiwa yang terjadi pada tanggal 21 Februari 2005 silam. Akibat curah hujan yang tinggi danledakan gas metana pada tumpukan sampah di TPA Leuwigajah Cimahi, menyebabkan 157 orang meninggal.

Hari Peduli Sampah Nasional merupakan momen berharga untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah dengan langkah sederhana yaitu Reduce, Reuse, Recycle (3R).

Kepala UPT SD negeri 01 Banjit ARIFA MULYANI  menyampaikan: ,"kegiatan HPSN tahun ini agar anak - anak sekolah bisa menjaga kebersihan dilingkungan sekolah dan dilingkungan rumahnya bersih terhadap sampah.". Kegiatan diikut sertakan semua dewan guru,serta staf UPT SDN 01.

Kegiatan grebeg sampah ini dilaksanakan antusias oleh anak-anak dan dewan guru dengan senang hati,dimana masa pandemi covid 19 beberapa tahun lalu, anak- anak sempat terbatas berbagai kegiatan - kegiatan sosial. karena anak - anak sekolah rindu kegiatan seperti ini. serta anak - anak senang sekali  mereka bisa berkumpul belajar, bermain bersama kawan - kawannya,ujar Aden siswa kelas 6.



SUMBER : SDN 01 Banjit
editor.     : Adi

Kamis, 09 Februari 2023

Tangis Sedih Ditinggal Mahasiswa PLP UNILA 2023

Seorang tenaga pendidik ikut sedih dan juga anak-anak sekolah SDN 01 BANJIT.
Kesedihan siswa sangat terlihat ketika anak-anak KKN pulang.
rasa haru,tangis anak-anak tak terbendung lg, bahkan orang tua siswa juga ikut menangis sedih.
" Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan,itu pasti terjadi maka berbuat baiklah" ujar pak Raden Jumadi,saat menasehati anak-anaknya.
Orang tua siswa dan team media melihat anak siswa SDN 01 menangis sedih kepulangan mahasiswa,merasa haru dan terkesima.*/adi

Selasa, 03 Januari 2023

Lakukan 5 Cara Melatih Disiplin Waktu Ini Agar Waktumu Lebih Efisien

Disiplin berasal dari bahasa Inggris yaitu “disciple” yang berarti pengikut atau murid. Disiplin dalam bahasa latin “discere” yang berarti belajar. Dan dari kata tersebut  timbul kata “disciplina” yang berarti pengajaran atau pelatihan.

      Orang yg sukses selalu disiplin waktu.

Disiplin dapat diartikan sebagai kepatuhan terhadap peratuaran atau tunduk pada pengawasan, dan pengendalian. Disiplin bertujuan untuk latihan mengembangkan diri agar dapat berperilaku tertib. Disiplin waktu mempunyai arti dapat menggunakan dan membagi waktu dengan baik.

 

Pada dasarnya disiplin muncul dari kebiasaan hidup dan kehidupan belajar dan mengajar yang teratur serta mencintai dan menghargai pekerjaannya.  Suatu kesuksesan bisa diraih dengan menggunakan waktu yang dipunyai dengan baik. 

 harus memaksimalkannya dengan baik. Untuk bisa menggunakan waktu dengan baik juga tidak mudah, perlu latihan apalagi bagi orang yang awalnya adalah orang yang tidak disiplin. 

Berikut beberapa cara melatih disiplin waktu.

Tentukan Prioritas

Mulailah mengatur waktu agar lebih efisien dengan menentukan prioritas. Tugas-tugas yang kamu anggap penting harus selalu berada diurutan teratas dalam jadwal.  

Hindari Kebiasaan Menunda

Jangan membiasakan menunda tugas/pekerjaan, karena akan membuat tugas kamu semakin menumpuk. Semakin banyak tugas yang di tunda, maka akan berakibat pada waktumu yang menjadi tidak efektif.  

Bersikap Tegas

Maksudnya adalah mengatakan “tidak” dan menolak tugas yang tidak dapat kita lakukan. Jika memang kita tidak mampu untuk menyelesaikannya jangan pernah memaksakan diri. 

Hindari Sikap Perfeksionis

Belajar menghindari kesempurnaan akan membantu kamu dalam membagi waktu. Mencari kesempurnaan terutama untuk hal-hal sepele dan tidak penting akan sangat membuang waktu kamu. 

Buat Rencana Cadangan

Mulai membuat rencana cadangan akan sangat membantu kamu saat rencana-rencana utama kamu tidak tercapai, sehingga akan membuat waktu kamu lebih efisien.

 Demikianlah beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk berlatih disiplin waktu agar waktu yang kita punya tidak terbuang sia-sia. Semoga bermanfaat.

orang sukses selalu disiplin waktu.

Penulis/editor: R.jumadi

Senin, 02 Januari 2023

Kedekatan Batin Guru dan Murid Adalah yang Utama,Bukan kompetensi.

 Seorang guru memiliki peran penting dalam dunia pendidikan. Baik buruknya guru bagi murid bukan dilihat dari segi kompetensi. Menurut Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim, kedekatan batin antara guru dan murid adalah faktor utama yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. 

Ia mengatakan para guru perlu meningkatkan kedekatan batin dengan muridnya dalam melaksanakan proses pendidikan. Hal ini dikatakan Nadiem di Rakernas Lembaga Pendidikan Ma'arif NU di Aula Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma) Malang, Jawa Timur, Sabtu (27/8/2022)

Tanpa ada kedekatan batin, tidak punya rasa ingin tahu, pembelajaran tidak bisa terjadi,” kata Nadiem.

Para siswa akan semangat melakukan proses belajar dan mengajar jika memiliki kedekatan dengan gurunya. Sehingga, kata Nadiem, pelibatan batin adalah kunci utama pengajar, karena dialah orang tua murid di sekolah sampai usia 9 tahun.

Ia juga mengingatkan supaya guru-guru menaruh kepercayaan terhadap potensi seluruh siswanya. Kepercayaan guru terhadap potensi siswanya merupakan kunci dalam sebuah proses pendidikan. Bahkan, terhadap siswa yang paling susah.

“Kalau guru tidak percaya bahwa murid yang paling disruptif, paling susah di kelas, paling lambat, anak-anak seperti itu, itu bukan guru yang baik,” tegasnya