Senin, 02 Januari 2023

Kedekatan Batin Guru dan Murid Adalah yang Utama,Bukan kompetensi.

 Seorang guru memiliki peran penting dalam dunia pendidikan. Baik buruknya guru bagi murid bukan dilihat dari segi kompetensi. Menurut Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim, kedekatan batin antara guru dan murid adalah faktor utama yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. 

Ia mengatakan para guru perlu meningkatkan kedekatan batin dengan muridnya dalam melaksanakan proses pendidikan. Hal ini dikatakan Nadiem di Rakernas Lembaga Pendidikan Ma'arif NU di Aula Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma) Malang, Jawa Timur, Sabtu (27/8/2022)

Tanpa ada kedekatan batin, tidak punya rasa ingin tahu, pembelajaran tidak bisa terjadi,” kata Nadiem.

Para siswa akan semangat melakukan proses belajar dan mengajar jika memiliki kedekatan dengan gurunya. Sehingga, kata Nadiem, pelibatan batin adalah kunci utama pengajar, karena dialah orang tua murid di sekolah sampai usia 9 tahun.

Ia juga mengingatkan supaya guru-guru menaruh kepercayaan terhadap potensi seluruh siswanya. Kepercayaan guru terhadap potensi siswanya merupakan kunci dalam sebuah proses pendidikan. Bahkan, terhadap siswa yang paling susah.

“Kalau guru tidak percaya bahwa murid yang paling disruptif, paling susah di kelas, paling lambat, anak-anak seperti itu, itu bukan guru yang baik,” tegasnya

Rabu, 14 Desember 2022

Pengalaman Gak Terlupakan! Ini Suka Duka Menjadi Guru Kelas 2 SD.

Diposkan oleh Admin 
Suka duka menjadi guru kelas 2 SD memang sangat beragam. Namun ternyata ada loh yang paling familiar.

Setiap guru yang pernah mengajar di SD memiliki pengalaman yang berbeda-beda. Faktor yang paling kuat tergantung pada tingkatan kelas yang diajarnya. Untuk mengajar kelas 1,2,3 memiliki kesulitan sendiri. Lantas kesulitan tersebut sama dengan kelas 2 SD? Untuk mengetahui jawabannya simak

Memang kelas 2 SD bukan lagi usia yang tepat untuk bermain. Namun sifat kekanak-kanakan pasti tetap ada. Seperti sudah diketahui bersama pada usia ini mereka baru saja melepas masa di mana fase bermain ke fase belajar. Ada sebagian anak yang sudah siap menghadapi fase belajar. Beberapa di antara yang lainnya masih ingin bermain saja dalam benaknnya.

Seorang guru tidak bisa memaksakan murid harus siap menghadapi fase ini. Bagi anak yang masih ingin bermain sebaiknya di arahkan pelan-pelan. Untuk itu perlu memiliki keahlian khusus dan tingkatkan keahlian demi bisa mengarahkan dengan baik. Hal ini menjadi kesulitan dan duka tersendiri bagi guru SD kelas 

Dituntut Memiliki Kemampuan Mengajar yang Jitu

Jika hanya menyampaikan mata pelajaran itu sangat mudah. Hal yang tersulit adalah memastikan anak-anak paham apa yang kamu sampaikan. Anak kelas 2 sudah mulai timbul kenakalan wajar layaknya anak seusianya. Bahkan terkadang ada yang sampai berani menentang guru.

Membuat kegaduhan di dalam kelas mungkin sudah jadi hal yang biasa setiap harinya. Untuk itu guru dituntut untuk memiliki kemampuan mengajar yang jitu agar anak bisa mendengarkan apa yang disampaikan. Otak harus diperas dan dipikirkan matang-matang untuk menemukan ide cemerlang dalam mengajar.

Cara lama dalam mengajar tidak akan membuahkan pencapaian yang terbaik. Kejenuhan dalam belajar akan terus terjadi jika masih pakai cara lama. Sikap tegas harus dimiliki, namun sikap bersahabat untuk era saat ini dirasa lebih ampuh dibanding dengan cara yang kekerasan. Jadikan anak SD kelas 2 seperti sahabat. Maka mereka akan segan sendiri jika melakukan kesalahan.
Bisa Berbagi Cerita dengan Murid

Perlakuan ke anak kelas 1 ,tentu berbeda dengan anak kelas 2 SD. Dikarenakan anak kelas 2 SD bisa berpikir lebih jauh ke depan. Kamu bisa coba ajak ngobrol dan cerita seputar kehidupan nyata. Namun tetap tahu batasan agar tidak terlalu lebar pembahasannya. Kamu bisa coba dengan membuka dari hobi mereka.

Kemudian bisa diarahkan dari hobi ini bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan sekaligus menghasilkan. Tentu mereka akan semangat untuk mengasah hobi mereka karena ada nilai lebih yang akan mereka dapatkan. jika bisa menghasilkan tentu uang jajan jadi bertambah dan bisa menabung untuk keperluan mereka.

Namun jika mereka sudah semangat, kamu harus ingatkan juga bahwa belajar tetap yang utama. Hobi jadikan kebiasaan baik untuk mengatasi rasa jenuh atau mengisi waktu kosong aja.

Seru dan Asyik

Karena baru memasuki fase pertama belajar hal bisa akan menjadikan aktivitas belajar jadi lebih seru dan asyik. Semangat anak-anak bisa kamu manfaatkan dengan membuat metode belajar yang beda dari sebelumnya. Semangat yang menggebu memudahkan kamu dalam mengaturnya.

Kamu bisa mencoba menggunakan metode kerja kelompok. Biarkan mereka berdiskusi dalam menyelesaikan tugas. Kamu sebagai guru berperan mengatur pembagian tugas dari masing-masing kelompok. Suasana belajar yang ramai dan penuh semangat belajar pasti sangat menyenangkan.

Berikut tadi merupakan suka duka menjadi guru kelas 2 SD. Suasana kelas yang nyaman sebenarnya semuanya berada di tanganmu. Jika kamu terampil, kreatif dan inovatif pasti bisa membuat suasana belajar menjadi lebih seru dan asyik.

@ Pengalaman Gak Terlupakan! Ini Suka Duka Menjadi Guru Kelas 2 SD - SekolahDasar.
Penulis: R.jumadi

Rabu, 22 Desember 2021

Bupati dan Kadis Pendidikan Bangga Kepada Guru Way Kanan

Bupati dan Kadis Pendidikan , bangga kepada Guru Way Kanan dapat  Berprestasi di Ajang Nasional Teacherlympic PB PGRI 2021 , raih 2 Emas dan 3 Perunggu

 Desember 23, 2021

Di akhir tahun 2021 kabar gembira datang dari dunia kependidikan kabupaten Way Kanan dengan sumbangsih prestasi dalam kegiatan Teacherlympic PB PGRI tahun 2021. Kegiatan pertama ajang nasional PB PGRI merupakan ajang yang bermakna dan menggembirakan bagi semua kalangan pendidik,orang tua, siswa. 

Pengurus Besar PGRI ( Persatuan Guru Republik Indonesia) bekerjasama dengan Platform Pendidikan Kidsloop Indonesia mengadakan ajang lomba bergengsi “Teacherlympic” yang diikuti berbagai secara terbuka dari semua guru semua jenjang, semua mata pelajaran se Indonesia.

Pada cabang lomba olah ilmu dua guru asal kabupaten Way Kanan berhasil mendapatkan dua Medali Emas atas nama Irham Wahyu Setiawan guru SMPN 4 Way Tuba dan Ahmad Risdi guru SMPN 1 Banjit. Selain itu dalam cabang olah karsa guru asal Kabupaten Way Kanan juga berhasil mengumpulkan tiga medali perunggu. Dua perunggu disabet oleh M.Wiratama Albrizi guru asal SMPN 7 Banjit dan satu perunggu di raih Mujiatun guru asal SMPN 2 Banjit kesemuanya dari cabang olah karsa.

Kabar gembira tersebut didapat melalui PGRI Lampung hingga diakhir ajang tersebut PGRI Lampung berhasil mendapatkan 45 medali yakni 20 medali dari cabang olah ilmu dan 25 medali dari cabang olah karsa sehingga masuk 10 besar provinsi peraih medali se Indonesia. Rabu (23/12)

Pembina PGRI Kabupaten Way Kanan yang juga Bupati Way Kanan Hi.Raden Adipati Surya bersama Kadis Pendidikan Machiavelli Herman Tarmizi, S.STP, M.Si. menyambut gembira serta bangga dan mengapresiasi atas raihan prestasi ajang nasional ini.

Hi.Raden Adipati Surya menyatakan bangga atas prestasi ini atas nama pemerintah daerah mengucapkan selamat dan sukses dan bagi Kabupaten Way Kanan prestasi ini kedepannya dapat memotivasi guru guru untuk berprestasi lebih banyak lagi.

Kegiatan Teacherlympic ini diadakan sebagai bagian dari persiapan ASEAN Teacherlympic yang diprakarsai PGRI. Berikut daftar nama peraih medali Teacherlympic provinsi Lampung:

Tentu juga ucapan yang sama bangga atas prestasi Guru-guru Way Kanan yang tergabung di PGRI di ungkapkan  oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Way Kanan Machiavelli Herman Tarmizi, S.STP, M.Si.

”  prestasi ini tentunya sangat membanggakan dunia kependidikan di Bumi Ramik Ragom,  bahwa guru Way Kanan mampu berprestasi di ajang nasional sehingga dapat memotivasi guru guru lainnya  di kabupaten Way Kanan, “.Tambah Kadis.

 ” Selamat dan sukses bisa  membanggakan selalu guru guru di Way Kanan dengan prestasi yang di raih , maju dan jaya selalu “, Pungkas  Machiavelli

Senin, 13 Desember 2021

Keluarga Besar SDN 01 Banjit Berikan Donasi Pada Korban Kebakaran Rumah Di LK 1 pasar banjit

Banjit way Kanan (Lampung) – SDN 01 BANJIT ,Memberikan sumbangan kepada warga yang mengalami musibah korban kebakaran Dilingkungan Kelurahan Pasar Banjit, Senin (13/12/2021)

Kepala sekolah SDN 01 BANJIT  Arifa mulyani yang diwakili oleh Jumadi salah satu dari Guru SDN 01 BANJIT menyampaikan semoga bantuan yang yang sedikit ini bisa bermanfaat dan untuk memotivasi untuk Bangkit berusaha kembali,buat saudara kita yang mengalami musibah.
Sekretaris Kelurahan Pasar Banjit KASMAN,SE. mengapresiasi Kegiatan sosial dari  keluarga Besar SD 01 Banjit,yang ikut Berbagi rasa sebagai bentuk peduli kekeluargaan,’ujarnya.

Ibu Juhariyah dan Agus keluarga korban kebakaran mengucap Banyak terima kasih Kepada  Keluarga Besar SDN 01 BANJIT, Semoga AllAH SWT yg akan membalas kebaikan ini semua. (RJ)

Rabu, 01 Desember 2021

Menjadi Seorang GURU adalah sebuah PANGGILAN

Gaji pas-pasan, kerja mati-matian, keluhan orangtua keseringan, masalah siswa jadi pikiran!. Belum lagi persiapan bahan ajar, buat soal ulangan, serta setumpuk koreksian.

Kalau nilai semua siswa delapan atau sembilan, masih ada penghiburan.
Tapi, kalau banyak yang dapat nilai tidak karuan, langsung kepala ini jadi kliyengan!. Ditambah administrasi guru yang harus selesai.

Kalau kau ingin kaya, jelas-jelas bukan guru profesi yang tepat!
Kau bisa melamar di perusahaan ternama, atau kalau mujur nasibmu,
kau bisa jadi anggota DPR mewakili rakyat (katanya), yang kerjanya cuma rapat memikirkan nasib rakyat (sambil tidur) di kursi panas yang empuk.

Jadi guru itu pengabdian, bukan lahan bisnis cari uang!. Siswa masih ingat gurunya setelah lulus saja sudah Puji Tuhan!. Apalagi, kalau mereka bisa jadi orang sungguhan, bisa jadi kebanggaan, bukan malah jadi batu sandungan!
Hati ini pasti bangganya bukan kepalang!

Jadi guru itu panggilan!
Ini bukan soal berapa gaji yang diterima tiap bulan. Bukan soal tunjangan yang dijanjikan. Bukan juga soal yang penting bisa mengajar. Ini masalah tanggung jawab di hadapan Tuhan! Ini masalah anak-anak bangsa yang perlu gurunya! Ini masalah HATI, bukan MATERI!

Bisa bayangkan Indonesia ke depan dengan model guru yang asal-asalan?
Bisa bayangkan generasi bangsa ke depan dengan pandangan yang penting pintar meskipun tidak bermoral?
"Guru memang bukan orang Hebat tapi semua orang hebat berkat JASA SEORANG GURU". Yang menjadi Guru tetap semangat, jasa mu akan selalu dikenang..




sumber : pembaca id,guruku.
editor.   :  rj

Jumat, 08 Oktober 2021

Di suatu negeri pernah ada seorang GURU yg sangat dihormati muridnya krn Ketegasan Kepada muridnya.

Suatu hari, 2 murid menghdp GURU. Mereka bertengkar hebat & nyaris beradu fisik.
Ke dua nya berdebat ttg hitungan 3x7.
Murid pandai mengatakan 21,
Murid bodoh bersikukuh mengatakan 27.

Murid bodoh menantang murid pandai utk meminta GURU sbg Jurinya utk mengetahui siapa yg benar diantara mereka.
sambil si bodoh mengatakan : "Jika sy yg benar 3 x 7 = 27 maka engkau hrs mau di cambuk 10 kali oleh GURU, tapi jika kamu yg benar ( 3x7=21 ),maka sy bersedia utk memenggal kepala sy sendiri ha ha ha ....." demikian si bodoh menantang dgn sangat yakin dgn pendapatnya.
"Katakan GURU, mana yg benar ?"
tanya murid bodoh.

Ternyata GURU memvonis cambuk 10x bagi murid yg pandai (orang yg menjwb 21).
Si murid pandai protes keras!!
GURU menjwb:
"Hukuman ini bkn utk hasil hitunganmu, tp utk KETIDAK ARIFANmu yg mau2nya berdebat dgn org bodoh yg tdk tau kalo 3x7 adalah 21"
Guru melanjutkan : "Lebih baik melihatmu dicambuk & menjadi ARIF drpd GURU hrs melihat 1 nyawa terbuang sia2!"
Pesan Moral,
Jika kita sibuk mmperdebatkan sesuatu yg tak berguna
berarti kita juga sama salahnya atau bahkan lbh salah drpd org yg memulai perdebatan,
sebab dgn sadar kita membuang waktu & energi utk hal yg tdk perlu.
Bukankah kita sering mengalaminya?
Bisa terjadi dgn pasangan hidup, rekan kerja, tetangga/kolega, bahkan anggota Dewan..hehe
Berdebat atau bertengkar utk hal yg tdk ada gunanya,hanya
akan menguras energi percuma.
Ada saatnya kita diam utk menghindari perdebatan atau pertengkaran yg sia2.
Diam bkn berarti kalah, bukan?
Memang tdk mudah,
tapl janganlah sekali2 berdebat dgn org bodoh yg tidak menguasai permasalahan.
"MERUPAKAN SUATU KEARIFAN BAGI ORG YG BISA KONTROL DIRI & HINDARI KEMARAHAN ATAS SUATU KEBODOHAN !!



Penulis :R.J
Editor    :R.J
pesan moral,anak gemar membaca.
(sumber:cerita anak.id.)

Minggu, 12 September 2021

Hari Pertama Pembelajaran Tatap Muka DiSDN 01 Banjit Perketat Protokol kesehatan..

Setelah sekian lama para siswa/siswi belajar secara Daring, hari ini proses belajar memgajar tersebut dapat dilakukan secara langsung sebagaimana yang di SDN 01 Banjit Way Kanan. Senin, 13/9/2021.

Nampak siswa/i sebelum memasukin lingkungan sekolah dicek suhu badanya terlebih dahulu, selanjutnya mencuci tangan dan para orang tua yang menghantarkan anaknya dilarang masuk kedalam sekolah hal tersebut bertujuan agar menghindari kerumunan.

"Ya hari ini kita mulai melakukan pembelajaran secara tatap muka sesuai dengan beberapa lamdasan hukum diantaranya : S.E Bupati Way Kanan nomor :420/616/IV.01-WK/2021, Rekomendasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Way Kanan nomor: 360/93/V.05-WK/2021, Dan ijin dari orang tua/wali murid".
Pembelajaran yang dilakukan di SDN 01 BANJIT Way Kanan dilakukan pembagian kedalam dua kelompok sehingga dalam satu minggu setiap siswa hanya melakukan tatap muka selama 3 hari saja.

"Kita bagi setiap kelasnya menjadi 2 kelompok, jadi kalau kelompok pertama hari ini masuk besok tidak karena digantikan kelompok kedua begitu seterusnya secara bergantian mengingat kapasitas jumlah murid yang diperbolehkan untuk tatap muka".

Sementara itu, ADIN salah satu murid kelas 5 A SDN 01 BANJIT Way Kanan merasa senang dengan dilakukannya pembelajaran secara langsung.

"Senang sekali hari ini dapat belajar langsung disekolah karena materinya dijelaskan langsung oleh guru, semoga pembelajaran langsung dapat terus berjalan". Jelas Adin.

Para siswa/i juga diwajibkan langsung pulang kerumah saat jam pembelajaran selesai dan selalu menerapkan protokol kesehatan baik didalam maupun diluar lingkungan sekolah.